SUBANG, eramediapos.com,- Warga di dua dusun di Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat, berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan akses jalan yang layak. Jalan yang hingga kini masih berupa tanah merah dinilai menghambat aktivitas masyarakat, terutama saat musim hujan, serta mengganggu distribusi hasil pertanian.
Akses jalan yang menghubungkan Dusun Kaliaren, Desa Sukamandi Jaya, dengan Dusun Tanjung Asem tersebut telah lama menjadi keluhan masyarakat. Ketika hujan turun, kondisi jalan berubah menjadi berlumpur dan sulit dilalui kendaraan sehingga aktivitas warga kerap terhenti.
Kepala Dusun Kaliaren, Carmitop, mengatakan jumlah penduduk yang terdampak mencapai sekitar 5.000 jiwa. Dusun Kaliaren dihuni sekitar 3.200 jiwa, sedangkan Dusun Tanjung Asem sekitar 1.800 jiwa.
"Jalan ini sudah bertahun-tahun belum mendapatkan perhatian yang memadai, padahal masyarakat sudah beberapa kali mengusulkan perbaikannya kepada pemerintah. Akibat kondisi jalan yang tidak layak, tidak sedikit warga yang mengalami kecelakaan," ujar Carmitop, Rabu (8/7).
Menurutnya, keberadaan jalan yang baik merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat untuk menunjang mobilitas, keselamatan, serta kelancaran aktivitas ekonomi.
"Masyarakat tentu berharap memperoleh haknya berupa akses jalan yang layak agar dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman menggunakan kendaraan," katanya.
Selama ini, upaya penanganan jalan dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. Carmitop menyebut salah seorang tokoh masyarakat, H. Warjo, yang juga merupakan anggota Kepolisian di Polda Jawa Barat, kerap menggerakkan warga untuk bergotong royong memperbaiki jalan.
Bahkan, dalam sejumlah kegiatan perbaikan sementara, H. Warjo disebut turut menyediakan material berupa tiga truk pasir dan satu truk split guna memotivasi masyarakat agar tetap semangat bergotong royong memperbaiki akses jalan.
Meski demikian, warga menilai upaya swadaya tersebut belum mampu menjadi solusi jangka panjang. Mereka berharap Pemerintah Kabupaten Subang maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera melakukan pembangunan permanen terhadap ruas jalan sepanjang kurang lebih tiga kilometer yang hingga kini masih berupa jalan tanah merah.
Warga berharap perbaikan jalan tersebut dapat meningkatkan keselamatan, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.
Reporter : Die
Tags
Daerah

