Magspot Blogger Template

Kembali ke Jejak Masa Kecil, Jaksa Agung RI Kenang Talaga Manggung dan Teguhkan Komitmen Melestarikan Warisan Budaya

Talaga, Majalengka, eramediapos.com,- Ada nuansa berbeda dalam kunjungan Jaksa Agung Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Sanitiar Burhanuddin, ke Museum Talaga Manggung pada Minggu (5/7/2026). Bukan sekadar agenda silaturahmi dan peninjauan persiapan Tradisi Nyiramkeun Pusaka Talaga Manggung Tahun 2026, kunjungan tersebut juga menjadi perjalanan pulang menuju ruang-ruang kenangan masa kecil yang telah membentuk bagian dari perjalanan hidupnya.

Didampingi Mayjen TNI (Purn.) Tubagus Hasanuddin serta Tita Juwita Hipdiah, Jaksa Agung RI disambut langsung oleh Ketua Yayasan Talaga Manggung Simbar Kantjana, Rd. Apun Cahya Hendra, bersama jajaran pengurus yayasan dan pengelola Museum Talaga Manggung.

Saat menyusuri setiap sudut museum, Prof. Sanitiar Burhanuddin tampak menikmati perubahan wajah Museum Talaga Manggung yang kini hadir dengan nuansa terakota serta konsep arsitektur yang terinspirasi dari Candi Jiwa. Menurutnya, pembaruan tersebut tidak hanya mempercantik tampilan museum, tetapi juga memperkuat jati diri Museum Talaga Manggung sebagai pusat pelestarian sejarah, budaya, dan peradaban Sunda.

Di balik kekagumannya terhadap wajah baru museum, tersimpan kisah yang jauh lebih bermakna. Dengan penuh kehangatan, Jaksa Agung RI mengenang masa kecilnya di kawasan Talaga. Ia mengungkapkan bahwa Museum Talaga Manggung merupakan tempat yang dahulu sering menjadi lokasi bermain bersama teman-temannya. Tempat yang kini menjadi museum budaya itu, baginya, bukan sekadar bangunan penyimpan benda bersejarah, melainkan ruang yang menyimpan jejak kenangan, tawa masa kecil, dan ikatan batin dengan tanah kelahirannya.

Kenangan tersebut menjadikan kunjungan kali ini terasa begitu istimewa. Seolah waktu membawa dirinya kembali ke masa lalu, ketika halaman museum menjadi saksi langkah-langkah kecil seorang anak yang kelak dipercaya mengemban amanah sebagai Jaksa Agung Republik Indonesia.

Ia berharap Museum Talaga Manggung terus berkembang, tidak hanya sebagai tempat konservasi benda-benda cagar budaya, tetapi juga menjadi episentrum kebudayaan Kabupaten Majalengka, pusat edukasi sejarah bagi generasi muda, sekaligus destinasi wisata budaya unggulan yang mampu menarik perhatian masyarakat dari berbagai penjuru Indonesia.

Menjelang akhir kunjungannya, Prof. Sanitiar Burhanuddin berkesempatan memainkan seperangkat gamelan baru berupa replika Goong Renteng yang kini melengkapi koleksi Museum Talaga Manggung. Gamelan berbahan perunggu tersebut merupakan kadeudeuh (sumbangan) dari Mayjen TNI (Purn.) Tubagus Hasanuddin sebagai wujud nyata dukungan terhadap pelestarian seni tradisional dan warisan budaya Talaga Manggung.

Suara tabuhan gamelan yang menggema di ruang museum seakan menjadi simbol pertemuan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan. Tradisi yang diwariskan para leluhur terus hidup melalui kepedulian berbagai pihak yang memiliki kecintaan terhadap budaya.

Kunjungan Jaksa Agung RI berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan sarat makna. Lebih dari sekadar kunjungan resmi, momen ini menjadi pengingat bahwa warisan budaya bukan hanya tentang benda-benda bersejarah, melainkan juga tentang kenangan, identitas, dan akar kehidupan yang harus dijaga bersama. Dari Talaga Manggung, semangat untuk merawat sejarah dan melestarikan budaya kembali diteguhkan demi generasi yang akan datang.

Reporter : Die
Lebih baru Lebih lama

ads

Magspot Blogger Template

ads

Magspot Blogger Template
Magspot Blogger Template

نموذج الاتصال