Magspot Blogger Template

Nyiramkeun Pusaka Talaga Manggung Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, Tonggak Sejarah Pelestarian Budaya Nusantara

MAJALENGKA, eramediapos.com,-  Kabar membanggakan datang dari Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka. Tradisi Nyiramkeun Pusaka Talaga Manggung resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia Tingkat Nasional oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia pada Jumat, 3 Juli 2026.

Penetapan tersebut menjadi tonggak sejarah penting bagi masyarakat Talaga Manggung sekaligus bentuk pengakuan negara terhadap tradisi yang telah diwariskan dan dijaga secara turun-temurun selama ratusan tahun.

Nyiramkeun Pusaka Talaga Manggung merupakan karya budaya yang masuk dalam kategori adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan. Tradisi ini tidak hanya memiliki nilai sejarah yang tinggi, tetapi juga mengandung filosofi, spiritualitas, serta menjadi identitas budaya masyarakat Talaga Manggung. Prosesi tersebut merupakan simbol penghormatan kepada para leluhur sekaligus wujud komitmen masyarakat dalam menjaga kesinambungan warisan budaya bangsa.

Pamangku Takhta Budaya Kerajaan Talaga Manggung, Rd. Apun Cahya Hendra atau yang akrab disapa Kang Apun, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penetapan tersebut. Menurutnya, pengakuan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia merupakan hasil perjuangan panjang yang melibatkan banyak pihak.

"Penetapan ini bukanlah hasil kerja satu atau dua orang, melainkan buah dari dedikasi para karuhun, para sesepuh, para pewaris, serta seluruh pelaku budaya yang selama ratusan tahun menjaga keberlangsungan tradisi ini dengan penuh tanggung jawab. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah ikut berpartisipasi dan memperjuangkan pengakuan terhadap Nyiramkeun Pusaka Talaga Manggung hingga akhirnya mendapat pengakuan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia," ujarnya.

Berdasarkan kajian akademik, Tradisi Nyiramkeun Pusaka Talaga Manggung telah dilaksanakan secara berkesinambungan selama kurang lebih 250 tahun. Lebih dari sekadar prosesi penyucian pusaka, tradisi ini merupakan ritus sakral yang mengandung nilai penghormatan kepada leluhur, pelestarian sejarah, penguatan jati diri budaya, serta pengingat akan pentingnya menjaga amanah peradaban yang diwariskan oleh para Karuhun Kerajaan Talaga Manggung.

Konsistensi masyarakat dalam mempertahankan tradisi tersebut menjadi bukti bahwa warisan budaya tidak hanya dikenang sebagai bagian dari sejarah, tetapi terus dihidupkan dan dipraktikkan dalam kehidupan masyarakat hingga saat ini. Nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya menjadi modal budaya yang sangat penting dalam membangun karakter bangsa.

Pada kesempatan yang sama, Kang Apun menegaskan bahwa penetapan ini merupakan anugerah yang patut disyukuri sekaligus amanah besar untuk terus menjaga keaslian dan keluhuran tradisi yang diwariskan oleh para leluhur.

Ia juga menyampaikan penghormatan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menjaga eksistensi Nyiramkeun Pusaka Talaga Manggung. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari kebersamaan seluruh elemen masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya.

"Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa melimpahkan rahmat kepada para Karuhun Kerajaan Talaga Manggung dan menempatkan mereka di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga pula para keturunan Kerajaan Talaga Manggung serta seluruh pelestari budaya diberikan kesehatan, kekuatan, kemudahan, dan keberkahan dalam mengemban amanah menjaga warisan budaya bangsa," tuturnya.

Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada Pemerintah Desa Talaga Wetan dan Talaga Kulon, Pemerintah Kecamatan Talaga beserta Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Pemerintah Kabupaten Majalengka, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Majalengka, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, komunitas budaya dari berbagai daerah di Nusantara, para akademisi, tokoh masyarakat, pemerhati budaya, insan media, serta seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan dalam proses pelestarian tradisi tersebut.

Penetapan Nyiramkeun Pusaka Talaga Manggung sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia diharapkan menjadi awal dari semangat baru untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga, melestarikan, mengembangkan, dan mewariskan nilai-nilai budaya luhur kepada generasi mendatang.

Sebab, warisan budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan aset peradaban yang menjadi identitas bangsa sekaligus fondasi dalam membangun masa depan Indonesia yang tetap berakar pada nilai-nilai kearifan lokal.

Sebagaimana falsafah yang senantiasa dijunjung tinggi oleh masyarakat Talaga Manggung:

"Jaga Makeyana Patikrama Paninggalna Sya Seda."

Reporter : Die
Lebih baru Lebih lama

ads

Magspot Blogger Template

ads

Magspot Blogger Template
Magspot Blogger Template

نموذج الاتصال