Magspot Blogger Template

Nyiramkeun Pusaka Talaga Manggung 2026 Angkat Nilai Budaya Leluhur dan Resmikan Museum Baru

MAJALENGKA, eramediapos.com,- Tradisi budaya Nyiramkeun Pusaka Talaga Manggung kembali akan digelar pada Senin, 3 Agustus 2026, di kawasan Museum Talaga Manggung, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka. Rangkaian acara yang telah berlangsung secara turun-temurun ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada warisan leluhur, tetapi juga menjadi momentum pelestarian budaya Sunda yang kini telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda tingkat nasional.

Kegiatan diawali sejak pagi dengan registrasi peserta dan tamu undangan yang kemudian dilanjutkan dengan Kirab Pusaka. Arak-arakan yang melibatkan ikon Ratu Simbar Kantjana, para pembawa pataka dan pusaka, unsur Muspika, pejabat daerah, serta masyarakat menempuh rute mengelilingi wilayah Talaga hingga berakhir di Museum Talaga Manggung. Di tengah perjalanan, rombongan kirab bergabung dengan petugas pembawa Tirta Kahuripan dari Situ Sangiang sebagai simbol penyatuan nilai sejarah, budaya, dan spiritual masyarakat Talaga.

Setibanya di museum, prosesi Mapag Pusaka digelar dengan pembacaan narasi sejarah Talaga Manggung, penabuhan kohkol, serta pertunjukan seni tradisional sebagai penanda dimulainya seluruh rangkaian upacara adat. Acara kemudian dilanjutkan dengan Rajah Bubuka, yakni doa adat yang dipanjatkan sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus penghormatan kepada para leluhur yang telah mewariskan nilai-nilai budaya hingga saat ini.

Prosesi berikutnya adalah Mapag Ratu Anom, yang menggambarkan penyambutan Ratu Anom Simbar Kantjana setelah menjalankan tugas kenegaraan. Adegan tersebut dipadukan dengan pertunjukan tari tradisional yang menggambarkan kebesaran Kerajaan Talaga Manggung serta semangat menjaga warisan budaya.

Rangkaian dilanjutkan dengan Seren Tampi Tirta Kahuripan, yaitu penyerahan simbolis air suci yang berasal dari tujuh mata air bersejarah di wilayah Talaga kepada para kuncen sebagai penjaga situs. Setelah itu digelar Seren Tampi Pusaka, berupa penyerahan pusaka secara simbolis kepada unsur pemerintahan Kecamatan Talaga sebagai bentuk sinergi antara pelestarian budaya dan pemerintahan dalam menjaga warisan leluhur.

Pada kesempatan yang sama juga dilaksanakan peresmian bangunan baru Museum Talaga Manggung. Prosesi tersebut diisi dengan pembacaan sejarah museum, pembukaan tirai prasasti, penembakan panah simbolik sebagai penanda semangat memasuki era baru pelestarian budaya, serta penandatanganan prasasti sebagai tanda resmi dibukanya museum.

Memasuki puncak acara, para kuncen melaksanakan prosesi Panglawungan Sapta Tirta Kahuripan, yaitu penyatuan air dari tujuh sumber mata air utama sebelum dilanjutkan dengan doa bersama dan ritual inti Nyiramkeun Pusaka Talaga Manggung. Prosesi penyucian pusaka yang diiringi alunan musik tradisional tersebut menjadi simbol penyucian diri, rasa syukur, serta komitmen masyarakat untuk terus menjaga dan mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi mendatang.

Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan hiburan rakyat dan botram rahayat, sebagai wujud kebersamaan antara masyarakat, pemerintah, budayawan, dan seluruh pihak yang turut mendukung kelestarian budaya Talaga Manggung.

Reporter : Red
Lebih baru Lebih lama

ads

Magspot Blogger Template

ads

Magspot Blogger Template
Magspot Blogger Template

نموذج الاتصال