PURWAKARTA, eramediapos.com,- Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Muhajirin (STAIM) Purwakarta mengawali tahun akademik 2026–2027 melalui stadium generale bertema “Pesantren, Integrasi Ilmu, dan Transformasi Peradaban: Inovatif Mencetak Ulama, Sarjana, dan Pengusaha” di Bale Sawala Yudhistira, Kompleks Pemda Kabupaten Purwakarta, Sabtu (10/10/2026).
Kegiatan ini bertujuan memperkuat peran perguruan tinggi berbasis pesantren dalam mengintegrasikan ilmu keislaman, sains, pendidikan, dan kewirausahaan.
Hadir Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin, Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, M.A., Ketua Yayasan Al-Muhajirin Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd., Ketua STAIM H. Deden Saepudin, M.Hum., serta para pimpinan pesantren, dosen, dan tamu undangan. Narasumber kegiatan ialah Dr. KH. R. Marfu Muhyidin Ilyas, M.A., dan Direktur Penerangan Agama Islam Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, Dr. KH. Muchlis M. Hanafi, Lc., M.A. Bupati Purwakarta diwakili Sekretaris Dinas Pendidikan, Aris Rapelianto, S.T., M.Pd.
Integrasi Ilmu dan Penguatan Al-Qur’an
Ketua Yayasan Al-Muhajirin, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, menegaskan bahwa integrasi ilmu merupakan kekuatan utama Al-Muhajirin untuk mewujudkan cita-cita mencetak ulama, sarjana, dan pengusaha yang unggul.
“Program integrasi adalah kekuatan utama di Al-Muhajirin,” ujarnya, seraya menekankan pentingnya pendidikan yang berlandaskan nilai pesantren, tradisi ulama salaf, Al-Qur’an, dan As-Sunnah.
Ia juga mengungkapkan bahwa dosen STAIM bidang tafsir bersama Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an telah menyusun kurikulum biologi berbasis Al-Qur’an untuk sekolah-sekolah Islam. Lulusan STAIM diharapkan memiliki kemampuan akademik sekaligus mampu berkontribusi dalam pengajaran Al-Qur’an.
Saat ini, STAIM memiliki lima program studi, yakni Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Perbankan Syariah, Manajemen Bisnis Syariah, Manajemen Pendidikan Islam, dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).
Dengan dukungan 22 unit sekolah, dua pondok pesantren, dan dua perguruan tinggi di bawah naungan Al-Muhajirin, yayasan juga mendorong pengembangan pendidikan yang inovatif serta penguatan ekonomi syariah melalui program studi terkait dan koperasi Al-Muhajirin, yang dinobatkan sebagai koperasi terbaik se-Jawa Barat pada 2021.
Ifa mengajak mahasiswa memanfaatkan jejaring yang telah dibangun Syaikhuna, Prof. KH. Abun Bunyamin, untuk memperluas kolaborasi dan memberikan manfaat bagi umat.
Syaikhuna Tekankan Ilmu dan Pengabdian
Dalam taujihatnya, KH. Abun Bunyamin mengingatkan pentingnya mensyukuri nikmat umur dan kesehatan melalui kegiatan bermanfaat, seperti belajar, mengajar, bekerja, dan berdakwah.
“Jangan sampai bertambahnya usia membuat kita kehilangan semangat untuk belajar, mengajar, bekerja, dan berdakwah,” tuturnya.
Ia juga menekankan disiplin waktu dan keuangan, menjaga silaturahmi, serta membangun kolaborasi dengan ulama, pemerintah, cendekiawan, dan pengusaha dalam pengabdian kepada masyarakat.
Terkait pengelolaan rezeki, Syaikhuna menegaskan pentingnya mengutamakan pembangunan pesantren dan fasilitas pendidikan daripada kemewahan pribadi. Menurutnya, sarana pendidikan memberikan manfaat lebih luas bagi santri dalam menuntut ilmu.
Kepada mahasiswa, ia berpesan agar tidak sekadar mengejar gelar, tetapi menjadikan ilmu sebagai sarana memperkuat iman, memperbaiki diri, dan memberi manfaat bagi masyarakat. Ia juga berharap kajian kitab-kitab turats semakin diperkuat agar lulusan STAIM memiliki fondasi keilmuan agama yang kokoh.
Sementara itu, Ketua STAIM Purwakarta, H. Deden Saepudin, berharap kegiatan ini mendorong mahasiswa lebih tekun mengikuti perkuliahan demi tercapainya visi dan misi perguruan tinggi. Ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung kegiatan serta berharap pendidikan di STAIM melahirkan lulusan berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat dan bangsa.
Reporter : Red
Tags
Kabupaten Purwakarta

