PURWAKARTA, eramediapos.com,- Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (LESBUMI) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Purwakarta terus mengukuhkan perannya sebagai garda terdepan dalam pelestarian dan pengembangan seni budaya Islam di Indonesia. Menghadapi dinamika zaman dan tantangan era digital, LESBUMI mengoptimalkan struktur program kerja yang dijalankan oleh sejumlah koordinator bidang, dengan fokus pada riset, pengembangan seni, dan dakwah kultural.
Ketua Pengurus Cabang LESBUMI PCNU Purwakarta Ariansyah dalam keterangan resminya, Senin (21/9/2026), menegaskan bahwa LESBUMI tidak hanya berfungsi sebagai "museum" yang menjaga masa lalu, tetapi juga sebagai "laboratorium" yang merumuskan masa depan kebudayaan Islam Nusantara.
"LESBUMI hadir untuk memastikan bahwa seni dan budaya kita tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman yang moderat, sekaligus adaptif terhadap kebutuhan zaman. Oleh karena itu, program kerja kami kini dijalankan secara terstruktur melalui tiga departemen utama," ujar Ariansyah yang juga dikenal sebagai Tokoh Silat ternama Pleredan di Purwakarta.
Dia juga menambahkan, LESBUMI kedepan, usai dibawah komandi dirinya akan membuat program kerja yang terukur, diantaranya yaitu :
**Fokus pada Tiga Pilar Utama**
Pertama, **Departemen Riset dan Pengembangan**.
Bidang ini ditugaskan untuk mengkaji secara mendalam berbagai tradisi lokal, sejarah, serta khazanah kebudayaan Islam Nusantara yang rawan tergerus. Melalui riset yang berbasis data dan kajian akademis, LESBUMI berupaya merumuskan rekomendasi kebijakan budaya serta mendokumentasikan warisan leluhur agar dapat diwariskan kepada generasi muda.
Kedua, **Departemen Seni dan Budaya**. Koordinator bidang ini berfokus pada inkubasi dan pengembangan ekosistem kreatif. LESBUMI memfasilitasi para seniman dan budayawan NU untuk mengembangkan berbagai lini seni, mulai dari teater, sastra, seni rupa, musik, hingga produksi film. Karya-karya yang lahir dari departemen ini diharapkan mampu menjadi representasi estetika Islam Nusantara yang relevan dengan selera kontemporer.
Ketiga, **Departemen Dakwah Kultural**. Program ini menjadi ujung tombak LESBUMI dalam menyebarkan nilai-nilai Islam *rahmatan lil 'alamin* yang ramah dan berakulturasi dengan budaya Nusantara. Melalui pendekatan seni dan budaya, dakwah kultural dinilai sebagai metode paling efektif dan elegan untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk generasi Z dan milenial, tanpa kehilangan esisi ajaran Islam.
**Kolaborasi Lintas Sektor**
Untuk menyukseskan ketiga program kerja tersebut, LESBUMI PCNU membuka kolaborasi seluas-luasnya dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, komunitas seni, hingga lembaga kebudayaan internasional.
"Kami mengajak seluruh seniman, budayawan, dan umat Muslim di Indonesia untuk bergerak bersama. Mari kita jadikan seni dan budaya sebagai jembatan perdamaian dan sarana dakwah yang menyejukkan," tutupnya.
Dengan sinergi ketiga departemen tersebut, LESBUMI NU optimis dapat menghadirkan wajah Islam Indonesia yang indah, berbudaya, dan memberikan kontribusi nyata bagi peradaban dunia.
Departemen Riset dan Pengembangan kini tengah gencar mengkaji tradisi, sejarah, dan khazanah kebudayaan Islam Nusantara agar tidak punah ditelan zaman.
Sementara itu, Departemen Seni dan Budaya berfokus pada pengembangan lini kreatif. Mereka memfasilitasi produksi karya teater, sastra, seni rupa, musik, hingga film yang berpijak pada nilai-nilai ke-NU-an.
Tak kalah penting, Departemen Dakwah Kultural dijalankan sebagai strategi menyebarkan nilai Islam yang ramah dan berakulturasi dengan budaya lokal. Pendekatan ini dinilai paling efektif menjangkau generasi muda di era digital saat ini.
Pihak LESBUMI Purwakarta menegaskan, organisasi ini bukan sekadar penjaga masa lalu, melainkan perumus masa depan kebudayaan Islam Indonesia yang moderat, indah, dan adaptif.
Reporter : Red
Tags
Kabupaten Purwakarta

