Magspot Blogger Template

Pemilik Hajat Tewas Dikeroyok di Purwakarta, Satu Pelaku Menyerahkan Diri

PURWAKARTA, eramediapos.com,- Keributan berdarah terjadi di sebuah acara hajatan yang digelar di Kampung Cikadu RT 09/04, Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, pada Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

Peristiwa tragis tersebut mengakibatkan seorang warga yang juga pemangku hajat, Dadang (57), meninggal dunia di lokasi kejadian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula sekitar pukul 14.00 WIB ketika sekelompok pria berjumlah sekitar 10 orang datang ke lokasi acara hiburan organ tunggal dalam kondisi diduga dipengaruhi minuman keras.

Salah satu pelaku, yang diketahui bernama Kendi Renaldi (34), warga Kampung Babakan Bandung RT 10/03 Desa Kertamukti, sempat meminta uang kepada korban untuk membeli minuman. Korban awalnya memberikan uang sebesar Rp100.000.

Namun, tak lama berselang, pelaku kembali meminta uang tambahan sebesar Rp500.000. Permintaan tersebut ditolak oleh korban.

Penolakan itu diduga memicu emosi pelaku. Korban kemudian keluar dari dalam tenda, sementara di dalam lokasi acara sempat terjadi keributan antara rekan pelaku dan pemain organ tunggal.

Tidak lama kemudian, tiga orang pelaku menyusul korban ke luar tenda dan langsung melakukan pengeroyokan menggunakan potongan bambu. Pukulan mengenai bagian punggung dan kepala korban.

Sekitar pukul 15.30 WIB, korban terjatuh dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara. Usai kejadian, para pelaku melarikan diri.

Salah satu saksi, Asep Wahyudin (49), membenarkan kronologi tersebut dan menyebut situasi di lokasi sempat memanas sebelum berujung pada aksi kekerasan.

Saat ini, jenazah korban telah dibawa ke RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk keperluan autopsi. Rencananya, korban akan dimakamkan di wilayah Plered, Purwakarta.

Pihak kepolisian menyatakan bahwa pelaku utama, Kendi Renaldi, telah menyerahkan diri ke Polres Purwakarta. Sementara itu, pelaku lainnya masih dalam pengejaran.

Polisi menduga kuat insiden ini dipicu oleh permintaan uang untuk membeli minuman keras yang tidak dipenuhi korban, sehingga berujung pada aksi kekerasan fatal.

Saat ini, penyelidikan masih terus dilakukan guna mengungkap peran pelaku lain serta memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Reporter : Die
Lebih baru Lebih lama

ads

Magspot Blogger Template

ads

Magspot Blogger Template
Magspot Blogger Template

نموذج الاتصال