PURWAKARTA, eramediapos.com,- Hamparan sawah yang seharusnya menguning menjelang panen di Kampung Ciselang, Kelurahan Munjuljaya, Kecamatan Purwakarta, kini justru menyisakan kegelisahan. Musim kemarau yang berkepanjangan ditambah serangan hama wereng telah memaksa banyak petani menghadapi kenyataan pahit: gagal panen.
Bagi para petani, gagal panen bukan sekadar kehilangan hasil pertanian. Kondisi ini juga menjadi ancaman bagi keberlangsungan ekonomi keluarga. Modal tanam yang sebagian diperoleh dari pinjaman kini harus dibayar, sementara hasil panen yang diharapkan untuk menutup biaya tersebut tak kunjung didapat.
Salah seorang petani, Madi, mengaku hanya bisa pasrah melihat tanaman padinya rusak akibat serangan hama wereng. Berbulan-bulan bekerja mengolah sawah, mulai dari menanam hingga merawat tanaman, seolah tidak membuahkan hasil.
"Harapan kami hanya dari panen. Sekarang panennya gagal. Kami bingung harus membayar utang dari mana," ujarnya dengan nada sedih. Jum'at, (24/07).
Menurut Madi, kondisi ini juga dialami banyak petani lain di Kampung Ciselang. Selain cuaca yang kering akibat musim kemarau, serangan wereng semakin memperparah kerusakan tanaman hingga hasil panen menurun drastis, bahkan ada yang tidak dapat dipanen sama sekali.
Para petani berharap pemerintah segera memberikan perhatian melalui bantuan pengendalian hama, dukungan sarana produksi pertanian, hingga solusi bagi petani yang mengalami gagal panen. Mereka juga menginginkan langkah cepat agar serangan wereng tidak semakin meluas ke lahan pertanian lainnya.
Bagi masyarakat, sawah mungkin hanya terlihat sebagai bentangan hijau yang menghasilkan padi. Namun bagi para petani, sawah adalah sumber kehidupan. Ketika panen gagal, bukan hanya padi yang hilang, tetapi juga harapan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan melunasi kewajiban yang telah menanti sejak awal musim tanam.
Reporter : Die
Tags
Kabupaten Purwakarta

