PURWAKARTA, eramediapos.com,-Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Wakil Bupati Purwakarta, Abang Ijo Hapidin, ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Bayu Asih seharusnya menjadi momen evaluasi serius. Namun yang tersaji di lapangan justru lebih mirip adegan “salah sasaran”.
Di tengah kondisi IGD yang penuh pasien situasi yang semestinya menuntut fokus pada pelayanan medis sorotan malah beralih ke hal yang memicu polemik: teguran keras kepada seorang satpam.
Temuan soal tidak adanya matras dan bantal di brankar memang patut dipertanyakan. Tapi publik dibuat mengernyit ketika pertanyaan itu justru diarahkan kepada petugas keamanan yang menyambut wakil Bupati Purwakarta.
Satpam, yang jelas-jelas bukan bagian dari pengelola fasilitas medis, menjawab sebatas yang ia ketahui.
“Jangan sok pintar di depan warga yang sedang susah. Ini rumah sakit, layani dengan hati,” ujar Wabup di lokasi dalam unggahan media sosial.
Kalimat yang terdengar tegas itu kini justru berbalik jadi bumerang di mata publik. Banyak yang menilai, pesan tersebut benar tapi alamatnya keliru.
Media sosial pun riuh. Warganet tak segan melontarkan sindiran tajam.
“Bapak maunya disambut siapa? Presiden?” tulis salah satu akun.
Yang lain menohok, “Mau cari perhatian tapi salah tempat.”
Tak sedikit pula yang mencoba meluruskan persoalan secara logis. Mereka menilai, dalam sistem pelayanan IGD, satpam bukan pihak yang memahami urusan fasilitas seperti bantal atau matras.
"bapak mau nya disambut siapa dg kondisi penuh pasien? harusnya ke ruang pelayanan, kalo mau lihat2 igd/ruang perawatan/icu/ruang jenazah biar dianter dg staf pelayanan. wajar aja disambut security, makanya dia berusaha menjaga kemanaan ruangan krn ada yg masuk tapi bukan pasien, trus bapak tanya yg bukan ranah nya. kalo sepi pasti disamperin salah 1 perawat/dokter jaga,"tulis akun lain.
“Kalau mau tanya, ya ke kepala IGD atau perawat, bukan ke satpam,” komentar netizen lainnya.
@tanpa nama:mohon maaf bapak tanya tu sama kepala IGD atau perwat pak jangan ke satpam satpam pelayanan bukan di iventaris pak 🙏🙏 ada bidangnya sendiri kalau tanya ke satpam juga ndak tau lah
@shefeminim:pak mohon maaf ini hanya saran, jika bisa konfirmasi atau cari informasi TDK d depan pasien. bagaimana pun pihak nakes dan karyawan TDK nyaman jika dipermalukan seperti itu🙏.
terkait k sarana prasarana boleh k bagian manajemen atau kepala ruangannya.
sedih bgt jadi nakes d pelayanan kalo ada sidak seperti ini😢😢.
sedikit ada Miss atau salah faham nama baik taruhannya.
Kritik juga datang dari sudut pandang pelayanan medis. Beberapa menyebut bahwa di IGD, prioritas utama adalah penanganan kegawatdaruratan, bukan kenyamanan seperti di ruang rawat inap.
Artinya, absennya bantal atau perlengkapan tertentu bisa saja bagian dari standar operasional, bukan semata kelalaian.
"mohon lebih bijak lagi pak wabup, bahwasanya kalau di igd memang agak beda untuk pelayanannya karena memang tujuan utama untuk kegawatdaruratan beda sama di ruangan/poli. jadi memang utk bantal/selimut itu jarang/hampir tidak pernah disediakan. mungkin pak wabup bisa tanya ke istrinya 🙏,"tulis netizen.
Reporter : Red
Tags
Kabupaten Purwakarta

