Majalengka, eramediapos.com,- Upaya pelestarian sejarah dan budaya terus diperkuat. Tim dokumentasi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia bersama jajaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Majalengka melakukan pendokumentasian sejumlah artefak bersejarah di Museum Talaga Manggung.
Kegiatan ini difokuskan pada pengarsipan benda-benda yang telah terverifikasi sebagai peninggalan cagar budaya.
Beragam koleksi bernilai tinggi tersebut meliputi terakota, cetbang (meriam kuno), arquebus (senjata api awal), keramik arkeologis, hingga karya seni budaya khas seperti goong renteng. Selain itu, terdapat pula ukiran tombak, keris, alat musik tingkep, pipisan, serta berbagai artefak lain yang merekam jejak peradaban masa lalu.
Pendokumentasian ini tidak hanya sebatas pencatatan visual, tetapi juga menjadi bagian dari upaya digitalisasi warisan budaya.
Rencananya, seluruh data artefak akan disimpan sebagai arsip digital Kemenpora, sehingga dapat diakses sebagai sumber edukasi dan penelitian di masa mendatang.
Tak berhenti di situ, hasil dokumentasi ini juga akan menjadi bagian penting dalam penyusunan buku sejarah “Kerajaan Talaga Jilid II” karya sejarawan terkemuka, Nina Herlina Lubis.
Buku tersebut diharapkan mampu mengungkap lebih dalam perjalanan dan kejayaan Kerajaan Talaga sebagai salah satu pusat peradaban penting di Tatar Sunda.
Langkah kolaboratif ini menjadi bukti nyata bahwa pelestarian budaya tidak hanya dilakukan secara fisik, tetapi juga melalui transformasi digital. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya mewarisi benda sejarah, tetapi juga pemahaman akan nilai, identitas, dan kebanggaan terhadap akar budayanya sendiri.
Melalui inisiatif ini, Majalengka kembali menegaskan posisinya sebagai daerah yang kaya akan khazanah sejarah dan budaya, sekaligus siap membawa warisan leluhur ke panggung yang lebih luas, baik nasional maupun global.
Reporter : Die

